Ustadz Sabun Mandi Itu Raih Anugerah Tokoh Perubahan Republika

Ust.sabunmandi

Ustadz Sabun Mandi asal Nuuwar (Papua) itu akhirnya
mendapatkan anugerah penghargaan Tokoh Perubahan Versi
Republika 2010. Ustadz Fadzlan dinilai sebagai tokoh penggerak yang berhasil melakukan perubahan masyarakat
Nuuwar melalui pola dakwahnya yang sederhana, unik, menginspirasi dan penuh simpati. Ia ajarkan masyarakat
Nuuwar dengan peradaban Islam, dari tidak mandi menjadi mandi, dari tidak berpakaian menjadi berpakaian, dari beternak babi menjadi kambing. Malam Penganugrahan yang berlangsung di Jakarta Theater,
Kamis (31/3/2011) malam itu dihadiri oleh beberapa tokoh antara lain: Ketua MPR Taufik Kemas, Maftuh Batsuni (Mantan Menteri
Agama), dan sejumlah menteri lainnya. Selain Ustadz Fadzlan, anugrah Tokoh Perubahan Republika 2010 yang dinilai berjasa, berperan dan berpengaruh tersebut juga diberikan kepada Jusuf Kalla (Ketua Umum PMI), Asma Nadia (Pendiri Lingkar Pena), Joko Widodo (Wali kota Solo), Soelaiman Budi Sunarto (Penemu energi Biotanel), Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan), dan Muhammad Zainul Majdi (Gubernur NTB). “Diharapkan, apresiasi ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk juga berprestasi dan bermafaat bagi orang lain,” kata Pemimpin Redaksi Republika Nasihin Masha dalam sambutannya.

Muhammad Zaaf
Fadzlan Rabbani Al-Garamatan, pria
kelahiran Patipi,
Fakfak, 17 Mei 1969 ini memulai dakwah Islam di bumi Papua sejak 1985. Fadzlan, lebih
senang menyebut Papua dengan sebutan Nuuwar yang berarti
cahaya yang menyimpan rahasia
alam. Inovasi dakwah yang dilakukan Ustadz Fadzlan telah menyentuh masyarakat Papua yang sebelumnya jahiliyah menjadi masyarakat yang menjunjung tinggi peradaban. Sederhana saja, ia kenalkan Islam pada masyarakat
Papua melalui sabun mandi. Perlu diketahui, sebelum mengenal Islam, orang Irian terbiasa mandi dengan melulurkan minyak babi ke tubuh mereka. Katanya untuk menghindari nyamuk dan udara dingin. Sejak “berkenalan” dengan sabun mandi, masyarakat Papua itu kini tak lagi menggunakan lemak babi. Dengan dakwah simpatinya, Alhamdulillah, Ustadz Fadzlan telah mengislamkan 221 suku. Jika dikalkulasi, mungkin sekitar 220 ribu orang Papua pedalaman yang telah memeluk Islam. Kesabarannya berbuah hasil. Ustadz Fadzlan telah mengembalikan kejayaan Islam di bumi Nuuwar. “Kami berdakwah tentang kebersihan secara bertahap. Suatu ketika pernah ada seorang kepala suku yang begitu menikmati sabun mandi. Kemudian tanpa dibilas lagi, kepala suku itu langsung keliling kampung karena merasa senang dengan bau wangi sabun ditubunya,” kenang Fadzlan seraya tersenyum lebar. Bukan hanya sabun mandi, Ustadz Fadzlan juga mengajarkan
masyarakat Nuuwar yang selama ini hanya mengenakan koteka (bagi yang pria) lalu secara bertahap mulai mengenakan pakaian. “Awalnya kami kenalkan celana kolor, mereka
tertawa. Namun, ketika mereka memakainya dan lama-lama enjoy, malah akhirnya malu melepasnya. Lalu kami bawakan cermin. Ketika masih telanjang, mereka takut melihat
bayangannya sendiri. Setelah memakai celana dan baju, mereka merasakan
perubahan dalam
dirinya. Ternyata lebih bagus,” kata Fadzlan yang juga menjembatani
generasi Nuuwar untuk mendapatkan beasiswa pendidikan. “Awalnya kami kenalkan celana kolor, mereka tertawa. Namun, ketika mereka memakainya dan lama-lama enjoy, malah akhirnya malu
melepasnya. Saat menerima anugrah Tokoh Perubahan Republika 2010, Ustadz Fadzlan mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Harian Republika.
“Yang pasti, anugrah ini bukan tujuan saya. Hanya ridho Allah lah kami berharap.
Anugrah ini seharusnya semakin mendorong saya dan teman- teman seperjuangan untuk terus berdakwah dan mengembalikan kejayaan Islam di bumi Nuuwar,” katanya berharap.

sumber= media islam

Posted by symbian mobile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dari Phone Follow Twitter di Sini ☻

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d blogger menyukai ini: