Berburu Beasiswa

https://i1.wp.com/www.kompas.com/data/photo/2011/01/21/1421568t.jpg

Kesempatan studi bagi siswa-siswi cerdas dengan keterbatasan ekonomi itu bisa diraih lewat lembaga-lembaga penyedia beasiswa. Caranya? Umumnya, peminat harus melamar beasiswa lebih dulu ke lembaga-lembaga pengelola beasiswa. Jika sudah pasti mendapat beasiswa, baru mendaftar ke perguruan tinggi di negara terkait. Namun, ada lembaga pengelola yang
mensyaratkan peminat diterima terlebih dulu di perguruan tinggi. Kemudian, bukti penerimaan di perguruan tinggi itu digunakan untuk melamar beasiswa. Adapun formulir pendaftaran bisa diperoleh di lembaga terkait atau diunduh dari situs lembaga pengelola beasiswa. Formulir yang telah diisi lengkap kemudian dikirim bersama dokumen yang dipersyaratkan.
Misalnya, salinan ijazah dan daftar nilai yang diterjemahkan
dan dilegalisir, surat keterangan orang tua (untuk mengikuti program bachelor), surat rekomendasi dari perusahaan, tokoh masyarakat atau profesor di universitas terkemuka (untuk yang sudah bekerja dan hendak mengikuti program magister atau doktoral), serta surat lamaran atau pernyataan motivasi. Dalam surat tersebut, si pelamar harus bisa
menjelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaannya, tujuan belajar, alasan memilih bidang studi, serta rencana masa depan terkait ilmu yang dipelajari dan manfaatnya bagi masyarakat. Jika diundang untuk wawancara, pelamar juga harus mampu meyakinkan tim seleksi. Intinya, si pelamar harus menunjukkan pemahaman yang memadai mengenai bidang yang hendak dipelajarinya, punya semangat tinggi, kesiapan mental untuk menghadapi budaya dan situasi berbeda, serta rencana yang jelas mengenai apa yang akan dilakukan setelah menyelesaikan studi. Syarat berbeda-beda Meski ada banyak lembaga penyedia beasiswa, tetap diperlukan kejelian dalam memilih dan memahami persyaratan yang diberlakukan. Perlu diingat, mengirimkan begitu saja sebuah lamaran beasiswa, bisa jadi, malah berbuah bencana. Sebagai contoh,
Yayasan Toyota dan Astra (YTA) telah memberikan bantuan penelitian tesis atau disertasi bagi 69 mahasiswa S-2 dan S-3, serta 15.261 penerima beasiswa dari program S-1 reguler, serta Politeknik YTA. Berbagai program
beasiswa di yayasan itu memiliki
persyaratan dan sasarannya sendiri- sendiri. Beasiswa Politeknik
YTA, misalnya,
disediakan bagi
mahasiswa jurusan
teknik mesin, teknik elektronika, teknik industri, teknik sipil, teknik komputer, teknik lingkungan, teknik kimia, dan teknologi informatika. Si calon penerima beasiswa haruslah berada di semester III atau IV dan memiliki IPK minimal 2,60 (skala 4) atau 6,5 (skala 10), belum bekerja tetap, dan tidak sedang menerima beasiswa atau ikatan dinas dari lembaga lain. Adapun program beasiswa S-1 Reguler YTA khusus untuk jurusan teknik, MIPA, Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, IPK minimal 2,80, belum bekerja, dan tak sedang menerima beasiswa atau ikatan dinas dari lembaga lain. Sementara itu,
program Bantuan untuk Penelitian Tesis atau Disertasi Program Pascasarjana disediakan bagi staf pengajar universitas
negeri atau staf lembaga penelitian milik pemerintah (LIPI/BPPT) yang sedang melanjutkan studi S-2 atau S-3 di perguruan tinggi negeri di Indonesia. Titik beratnya ada pada penelitian bidang teknik (diutamakan teknologi otornotif) dan lingkungan hidup. Nah, jika informasi telah luas, persiapan telah matang,dokumen
lengkap, dan mental siap, tunggu apa lagi? Segeralah berburu beasiswa. Jika gagal mendapat beasiswa dari satu lembaga, masih banyak beasiswa yang bisa didapatkan dari lembaga atau negara lain. Yang diperlukan adalah kegigihan dan semangat pantang
menyerah!

Oleh Tony D Widiastono dan Atika Walujani M, dari Kompas Cetak

Posted by Wordmobi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dari Phone Follow Twitter di Sini ☻

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d blogger menyukai ini: