Raup Untung Jutaan Rupiah Lewat Bisnis TI

BAGI sebagian orang,
berurusan dengan
teknologi membuat
kepala jadi pusing.
Namun, bagi sebagian
orang lagi, teknologi bisa menjadi hal yang
sangat menyenangkan,
bahkan
menguntungkan. Cerdas dan berbakat.
Itulah Achmad Zaky.
Pria berusia 24 tahun
ini memutuskan untuk
menggeluti bisnis di
bidang teknologi informasi (TI). Zaky
mengaku mempunyai
hobi dengan apapun
yang berhubungan
dengan TI sejak masih
kuliah di Institut Teknologi Bandung
(ITB). Dengan modal awal
sekira Rp20 juta, lalu
Zaky mendirikan
sebuah perusahaan
software developer
SMS di Bandung pada 2006, yakni Deft
Technology. Sebagai
seorang wirausaha
pemula, omzet yang
didapatkannya bisa
dibilang cukup besar, yakni sekira Rp15 juta
untuk satu produk
perangkat lunak. Pada
saat itu, biasanya Zaky
menangani enam
proyek dalam satu tahun. Setelah lulus kuliah
pada 2008, Zaky
memutuskan untuk
meneruskan bisnisnya
di Jakarta. Pasalnya,
kata dia, potensi pasar di Jakarta jauh lebih
besar daripada
Bandung. Sesampainya
di Jakarta, perjalanan
yang dilalui Zaky tidak
semulus seperti apa yang diharapkan.
Bahkan, Zaky sempat
ditolak beberapa klien
ketika menawarkan
proposal bisnis. Namun, Zaky tidak
langsung putus asa.
Lambat laun, bisnisnya
terus berkembang.
Pada saat ini,
perusahaan yang dijalankan Zaky
berganti nama menjadi
Suitmedia. Zaky lantas
mengajak dua
temannya, Nugroho
dan Fajrin, untuk ikut bergabung. “Mereka adalah teman
baik saya dan
mahasiswa terbaik
pula di angkatan saya
waktu itu, jadi saya
ajak bergabung,” jelas Zaky ketika ditemui di
kantornya di bilangan
Mampang Prapatan,
Jakarta. PT Kreasi Online
Indonesia (Suitmedia)
adalah perusahaan
yang memberikan
berbagai jasa solusi
new media seperti membuat perangkat
lunak berbasis internet
dan mengembangkan
aplikasi Android dan
BlackBerry untuk
beberapa koran nasional. Selain solusi
teknis, Suitmedia juga
membantu perusahaan
untuk menganalisis
dan mengembangkan
strategi. “Akhirnya setahun lalu
kita baru bikin
Suitmedia dan ada
badan hukumnya.
Sebelumnya kan hanya
CV. Saya memiliki rekan kerja yang
sangat kompeten. Di
sisi lain, saya tidak
mau hanya kerja saja,
tapi juga terpanggil
untuk creating jobsdan memberikan manfaat
terhadap orang lain
lewat produk kami,”
kata Zaky. Menurutnya, Suitmedia
telah dipercaya
menangani proyek dari
perusahaan-
perusahaan besar,
sebut saja Samsung, Telkomsel, dan PT
Recapital Advisors.
Maka, tak pelak, omzet
yang didapat Zaky pun
terus bertambah.
Hingga akhir tahun 2010 saja, Suitmedia
mampu meraup omzet
sekira Rp800 juta,
dengan modal kerja
sebesar Rp40 juta per
bulan. Zaky pun optimistis akan
mendapatkan omzet
hingga Rp1 miliar
pada 2011. “Sebenarnya ada enam proyek baru,tapi tiga
di antaranya
dikerjakan pada 2010.
Adapun tiga proyek
lain dikerjakan pada
2011,” tutur Zaky. Suitmedia merupakan
induk usaha dari
beberapa anak usaha
seperti Bukalapak.com.
Pada saat ini, jumlah
pengunjung Bukalapak.com sudah
mencapai 11 ribu orang
dengan page view
sebanyak 200 ribu. Padahal, website yang
berbasis jual beli
online ini baru resmi
beroperasi pada April
2010. “Kami sadar
manfaat Bukalapak.com ini
banyak, tapi ada
komunitas khusus yang
bakal merasakan
manfaat lapak ini. Nah,
kami excited dengan hal ini,” papar Zaky. Untuk memperkuat
fondasi bisnisnya,
Zaky melakukan dua
pendekatan, yakni
secara eksternal atau
dengan klien dan internal atau dengan
sumber daya manusia
(SDM) di dalam
perusahaan. “Yang penting adalah bagaimana kita
memberi nilai tambah
yang lebih besar.
Misalnya, kami janji
memberikan lima, tapi
pada hasil akhirnya memberikan tujuh, jadi
klien juga senang.
Untuk mendapatkan
klien baru, biasanya
kita terus menjalin
komunikasi, mulai dari obrolan secara
nonformal. Di situ kita
jadi tahu kebutuhan
mereka. Networking
penting sekali,” ujar Zaky. Selain itu, SDM juga
merupakan salah satu
poin yang menjadi
prioritas Zaky. Pada
saat ini, Suitmedia
telah mempunyai karyawan 13 orang. Ke
depan, Zaky akan
merekrut tambahan
SDM. “Kita sangat concern untuk
pengembangan SDM,
maka ada konsep
mentor. Jadi seorang
manajer harus bisa
mementor lah, tidak bisa hanya perintah ini
itu,” tutur Zaky. Menurut Zaky, ke
depan, bisnis TI
sangat berpotensi
besar untuk
berkembang. Maka,
Zaky berencana melakukan beberapa
hal guna memajukan
usahanya, yakni mulai
dari memperbaiki
sistem keamanan di
Bukalapak.com hingga membuat website
jejaring sosial. “Ke depan, rencananya akan mengembangkan
potensi-potensi yang
kami punya. Untuk
saya, bisnis adalah
menciptakan nilai
tambah,yakni bagaimana kita
menyelesaikan
masalah klien. Kita
pikirkan yang terbaik
untuk mereka,” ujar Zaky. Zaky mengakui, hingga
saat ini, dia masih
terkendala beberapa
hal seperti masalah
komunikasi, terutama
dengan klien asing, keterbatasan SDM
hingga cara mengatur
pemasukan dan
pengeluaran. “Tantangan berbisnis yang terbesar ya SDM
tadi, rekrutmen sangat
susah.SDM kita masih
amat sangat susah.
Kebanyakan TI di
Indonesia lebih ke teknis dan bukan hal-
hal yang fundamental
seperti konseptual.
Saya juga harus
belajar bagaimana
mengatur pemasukan supaya tidak
kebanjiran order,” tegas Zaky. Tak hanya itu, Zaky
juga sadar betapa
pentingnya untuk
belajar lebih banyak
mengenai manajerial.
“Maka dari itu, setiap hari Jumat, kita
biasanya datangkan
tokoh-tokoh yang tahu
betul tentang
manajerial dan kita
bisa belajar bersama di situ. Kawan-kawan
di sini juga bisa
terpacu masing-masing
untuk mengembangkan
diri mereka sendiri,
melalui open source contohnya. Hal ini kan
sangat menarik,” papar Zaky yang lulus
kuliah dengan predikat
cum laude ini. Kendati demikian,
Zaky memastikan,
hingga saat ini dia
belum pernah
menerima keluhan yang
serius dari klien. “Soal keluhan dari klien ya hampir tidak
ada. Mungkin pernah
ya, kita kerjakan suatu
project, tapi
kendalanya lebih ke
komunikasi. Bukan merupakan
kekecewaan
customerpada produk
akhir kami,” jelasnya. Zaky berharap, masih
banyak anak muda
Indonesia lainnya yang
tertarik menggeluti
dunia bisnis. Potensi
anak muda Indonesia besar sekali. Pesan
Zaky ke mereka yang
mau memulai bisnis
adalah kerjakan yang
mereka suka dan
tekuni saja. Tekun, sabar, dan kerjakan
apa yang disukai.
Lantas, jangan selalu
ingin hasil yang instan
karena semua butuh
proses,” tandas Zaky. (sandra karina)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dari Phone Follow Twitter di Sini ☻

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d blogger menyukai ini: