Waspadai Kanker Hati

Hati termasuk dalam organ vital dalam tubuh manusia mengingat tugasnya yang rumit demi kelangsungan seluruh fungsi tubuh. Salah satu penyakit mematikan yang menyerang organ ini adalah kanker hati . Secara global, kanker hati adalah jenis kanker di urutan ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia sendiri, terdapat 13.238 kasus kanker hati menurut data riset GLOBOCAN 2008 dengan angka kematian mencapai 12.825. Sebagian besar kanker hati terdiagnosa pada stadium menengah dan lanjut karena pada tahap awal perkembangannya penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang khas. Secara umum gejala kanker hati adalah berat badan menurun, perut terasa penuh, adanya massa keras di sebelah kanan tepat di bawah rongga rusuk, kulit dan mata menjadi berwarna kuning hijau, kelelahan yang tidak biasa, atau rasa tidak nyaman pada abdominal atas sebelah kanan. Statistik menunjukkan,
penyakit ini lebih banyak
diderita kaum pria dengan
perbandingan 3:1 dengan
perempuan. Menurut Prof.dr.Ali Sulaiman, Sp.PD-KGEH,
kanker hati dapat dideteksi
melalui tes darah, pemeriksaan Ultrasonografi CT Scan, MRI, atau biopsi. “Pemeriksaan USG merupakan cara yang
sederhana dan murah. Jika
ditemukan adanya tonjolan di hati atau terjadi peningkatan penanda tumor baru dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti biopsi,” katanya. Pengobatan Pilihan pengobatan kanker hati tergantung pada jenis dan
tahap kanker. Ali menjelaskan, secara umum ada 3 pilihan pengobatan pada kasus kanker hati, yakni reseksi atau
pemotongan jaringan yang
terkena kanker, transplantasi hati, serta ablasi dengan radio frekuensi. “Dalam teknik ablasi, digunakan frekuensi radio untuk menghasilkan getaran supaya tumornya rusak. Sementara itu jika hati masih berfungsi dengan baik, pengangkatan tumor menjadi
pilihan pengobatan,” paparnya. Bagi pasien dalam stadium
lanjut, pengobatan yang dipilih adalah yang sifatnya paliatif atau memperpanjang usia pasien. Salah satu terapi
paliatif yang bisa dipilih adalah terapi target. Terapi target bekerja dengan cara menghambat molekul tertentu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan kanker.
“Sinyal-sinyal atau pembuluh darah yang menyuplai
pertumbuhan kanker akan dihambat sehingga kanker tidak dapat makanan dan akhirnya mengecil,” katanya. Sorafenib merupakan
pengobatan oral pertama untuk mengobati kanker hati stadium lanjut. Di Indonesia, pasien yang mendapat obat ini rata-rata bisa diperpanjang usianya 9-11 bulan. Saat ini pasien kanker hati yang kurang mampu bisa mendapatkan sorafenib
lewat program NexPAP yang
disponsori Bayer Health
Care dengan Yayasan Kanker Indonesia. Mereka yang
memenuhi kualifikasi medis dan ekonomi bisa mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma selama 12 bulan.

Kompas >> Lusia Kus Anna

Posted by Wordmobi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dari Phone Follow Twitter di Sini ☻

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d blogger menyukai ini: