Usia 21 Tahun, Gaji Vicky Sudah Rp7,5 Juta

Meski masih menginjak usia 21 tahun, Vicky Kustri Hariyanto mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp7,5 juta per bulan. Siapa sangka uang tersebut merupakan hasil bisnis kecil- kecilan. Usaha yang digelutinya tak lain adalah usaha pulsa telepon, jualan air serta isi ulang air galon, dan warung telepon (wartel). Vicky, sapaan akrabnya, memulai usaha ini pada 2003. Kala itu teman-temannya tengah asyik berkumpul di mal atau adu tanding game Play Station, Vicky justru sibuk menata usahanya. Maklum, meski masih duduki di bangku SMU kelas 2, dia sudah bergelut nasib. Saat merintis usahanya, dia mengaku hanya coba-coba dan mengisi waktu luang. Iklan di koran yang berisi ajakan berbisnis, mampu memancing hatinya. Kemudian, Vicky yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Semester VII jurusan sosiologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini, mengumpulkan modal senilai Rp500 ribu. Dengan dana minim itulah dia mengembangkan air galon serta isi ulangnya. Usai meraup untung dari penjualan itu, Vicky memutar untungnya menjadi modal dengan membuka wartel (warung telekomunikasi) dan menjual pulsa di tahun yang sama. “Daripada pulang sekolah hanya main atau tidak ada tujuan, mau menjalankan kegiatan apa? Lebih baik isi waktu dengan membuka usaha,” ceritanya kepada okezone. Predikat sebagai anak sekolah atau mahasiswa tidak menjadi hambatan dalam berwirausaha. Waktu bersekolah, bercengkrama dengan teman sebaya pun masih bisa dilakoninya. Dalam menjalankan usaha ini, Vicky masih mengandalkan bantuan keluarga. Sebanyak enam tenaga kerja berasal dari anggota keluarga. “Saya bagi waktu dengan orangtua dan kakak,” ujar putra dari pasangan Noorhadi dan Koesmeirina ini. Oleh karena itu, Vicky membuka toko di rumahnya dengan nama toko Wahyu Morocel di Jalan S Batanghari No 29 Gandekan Tengen, Solo. Kisah unik pun mengalir. Dia mengakui, tokonya seringkali tutup lantaran seluruh anggotanya pergi. Terkadang, jika dia dan saudaranya pergi, para pelanggan harus sabar menunggu kiriman pulsa elektrik karena orangtuanya tidak mengerti cara menransaksikannya. Untungnya, kondisi tersebut tidak membuatnya kehilangan pelanggan. Buktinya, omzet Rp250 ribu per hari bisa mengalir ke sakunya. Pelangan pun berdatangan dari wilayah Solo dan sekitarnya. Meski relatif kecil, namun hasil yang menjanjikan ini terus dikembangkannya. Dia merencanakan untuk memperbanyak jumlah karyawan dan merapihkan sistem administrasi usahanya. “Ada harapan untuk memperluas usaha dengan menambah jumlah karyawan,” harapnya. Lima tahun menjalakan usaha ini, anak ke tiga dari empat bersaudara ini berhasil memperoleh penghargaan sebagai 12 terbaik Wirausaha Muda Mandiri 2007 kategori mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI). Walau menjanjikan, namun dia tetap bercita-cita untuk bekerja kantoran. “Saya bercita-cita untuk menjadi wiraswasta dan karyawan tetap,” ungkapnya.

okezone

Posted by Wordmobi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dari Phone Follow Twitter di Sini ☻

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d blogger menyukai ini: