Tidur Semakin Sulit Saja

Cara melarikan diri dari stres kehidupan dan mengembalikan stamina yang paling baik adalah tidur.Melalui tidur, tubuh akan
beristirahat dan sel-sel akan diregenerasi. Namun,ternyata tidur bukan pekerjaan sederhana. Tekanan pekerjaan dan gaya hidup serba cepat membuat banyak orang mengalami insomnia. Ada yang sering merasa sulit tidur terjaga dari tidur beberapa kali dan sulit untuk tidur kembali, atau bangun terlalu dini, serta tidur yang tidak menyegarkan. Di Indonesia, diperkirakan 10
persen penduduk menderita
insomnia. “Insomnia sering
tidak terdiagnosis dan tidak
diobati,” kata dr Nurmiati
dari FKUI RSCM Jakarta. Insomnia yang berlangsung
kurang dari seminggu,
disebut juga dengan transien
insomnia, bisanya disebabkan oleh stresor akut, perubahan sirkadian, jet lag dan kerja gilir (shift work). Selanjutnya insomnia yang berlangsung selama 1-4 minggu disebut juga dengan insomnia jangka pendek. Penyebabnya bisa karena stresor yang berlangsur terus dan obat-obatan. Sementara insomnia yang sudah berlangsung lebih dari sebulan atau insomnia kronik biasanya disebabkan gangguan kimia otak, hormon, atau gangguan psikiatri seperti kecemasan atau depresi. “Saat kena stresor, hormon stres akan meningkat dan melatonin
berkurang. Akibatnya kita
sulit tidur,” kata dr Nurmiati. Insomnia tentu tak bisa diabaikan karena dapat berdampak merugikan. Kekurangan tidur bisa mengganggu produktivitas,
menyebabkan kelelahan, mengurangi daya ingat,
bahkan bisa menyebabkan kecelakaan. Namun yang perlu diwaspadai adalah gangguan fisik yang ditimbulkan akibat insomnia. Tidur merupakan kebutuhan primer, gangguan tidur akan mengurangi daya tahan tubuh sehingga berpeluang menculnya beragam penyakit. “Saat tidur terjadi perbaikan metabolisme otak, sistem imun meningkat, serta terjadi konsolidasi memori yang baru didapat dan mempertahankan memori yang lama sehingga ingatan kita lebih baik,” ujar dr Nurmiati. Penanganan insomnia, menurut Nurmiati, harus dilakukan secara komperhensif, baik secara medis maupun nonmedis. “Yang utama adalah mencari penyebabnya dulu dan
mengobatinya. Misalnya dicari sumber stres atau kecemasannya,” katanya. Bila itu menjadi pemicunya, biasanya insomnia tidak berlangsung lama. Bila insomnia sudah berlangsung lama dan terapi relaksasi tidak menimbulkan keberhasilan, perlu penanganan profesional.
Dokter akan memberi pengarahan jenis insomnia
yang diderita dan memberi
penanganan psikoterapi dan
farmakoterapi yang sesuai.

Penulis: AN, kompas

setelah baca artikel ini,kami mohon klik tombol berikut ini ya.. untuk di share ke akun facebook, twitter atau link share lainnya,terimakasih

One Response to Tidur Semakin Sulit Saja

  1. rahassia mengatakan:

    betul…
    betul…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dari Phone Follow Twitter di Sini ☻

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d blogger menyukai ini: