Kisah seteguk air

muhamand2fcp.gif

Ketika pembebasan
Makkah, Ikrimah bin Abu
Jahal termasuk orang yang
dihukum mati. Namun,
karena sifat pemaaf
Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam, Ikrimah
yang kala itu sempat
melarikan diri, akhirnya
diampuni. Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam
bersabda di hadapan para
sahabat, “Ikrimah bin Abu
Jahal akan datang ke
tengah-tengah kalian semua
sebagai mukmin dan
muhajir.”
Tak berapa lama, Ikrimah
dan istrinya tiba di majlis
Rasulullah. Di hadapan beliau,
Ikrimah mengucapkan
syahadat.
“Demi Allah, tak satu sen pun
dana yang telah saya
keluarkan untuk
memberantas agama Allah di
masa lalu, melainkan mulai
saat ini saya tebus dengan
mengorbankan hartaku
berlipat ganda demi agama
Allah. Tak ada seorang pun
mukmin yang gugur di
tanganku, melainkan akan
kutebus dengan membunuh
kaum musyrikin berlipat
ganda,” ujar Ikrimah.
Ikrimah menepati janji.
Setelah masuk Islam, ia
menjadi seorang hamba yang
rajin beribadah. Seringkali
dia menangis dengan air
mata berlinang merenungi
ayat-ayat suci Al-Qur’an
yang dibacanya. Ia pun
menggabungkan diri dalam
setiap pasukan perang kaum
muslimin di barisan paling
depan.
Ketika terjadi perang
Yarmuk, Ikrimah maju
berperang seperti
kesetanan. Melihat tindakan
seperti itu, Khalid bin Walid
yang menjadi panglima
pasukan segera mengejar,
“Ikrimah, engkau jangan
bodoh! Kembali! Kematianmu
adalah kerugian besar bagi
kaum muslimin.”
Ikrimah tidak
memperdulikan peringatan
tersebut, “Biarkan saja, ya
Khalid! Biarkan saya
menebus dosa-dosa yang
telah lalu. Saya telah
memerangi Rasulullah dalam
beberapa medan
peperangan. Pantaskah
setelah masuk Islam saya
lari dari tentara Romawi ini?
Tidak! Sekali-kali tidak!”
Kemudian ia berteriak,
“Siapakah yang berani mati
bersama saya?”
Beberapa orang segera
melompat ke samping
Ikrimah. Kemudian
menerjang ke depan,
menghalau pasukan lawan
yang terus maju. Akhirnya,
walau korban berjatuhan
mereka berhasil memukul
mundur pasukan Romawi
dengan kemenangan yang
gemilang.
Di akhir pertempuran, di
bumi Yarmuk berjejer tiga
mujahid muslim terkapar
dalam keadaan kritis!
Mereka yang menderita
luka-luka sangat parah itu
adalah Al-Harits bin Hisyam,
‘Ayyasy bin Abi Rabiah, dan
Ikrimah bin Abu Jahal.
Al-Harits minta air minum.
Ketika air didekatkan ke
mulutnya, ia melihat Ikrimah
dalam keadaan seperti yang
ia alami. “Berikan dulu
kepada Ikrimah!” ujar Al-
Harits.
Ketika air didekatkan ke
mulut Ikrimah, ia melihat
‘Ayyasy menengok
kepadanya. “Berikan dulu
kepada ‘Ayyasy!” ujar
Ikrimah.
Ketika air minum didekatkan
ke mulut ‘Ayyasy, dia telah
meninggal. Orang yang
memberikan air minum
segera kembali ke hadapan
Harits dan Ikrimah, namun
keduanya pun telah
meninggal.

sumber= oase qolbu

Iklan

2 Responses to Kisah seteguk air

  1. Rahmat says:

    Textnya acak”an ne,dirapi in yey..

  2. Rahmat says:

    Isinya bagus tp textnya kurang rapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dari Phone Follow Twitter di Sini ☻

  • iyo Dan, tumben twit biasa path tok hehe,ibumu & alda nyampe omah jam piro bar terke vilda. Oya, amit yo ga hadir wisudamu @dien_ramadhani 3 months ago
  • Bismillahirrohmanirrohim... Siap-siap mudik dari nguli lan ngilmu :) 3 months ago
  • malam ini ditutup dgn ucapan "Alhamdulillah 'ala Kulli Hal" selamat istirahat teman-temanku. 2 years ago
  • ..kecuali syiah, ahmadiyah, lemkari dan semisal. #cmiiw 2 years ago
  • pandanganku jadi luas, ga tdoktrin 1 jama'ah pgajian.paling benar. Selalu ada nilai dlm dakwah papun ormasya kecuali.. 2 years ago
  • terus dihapus bersih gak didobel twit baru aja,, sayang keoriginalan bahwa manusia tempatnya khilaf hehe @zelfiayulestari 2 years ago
  • tegaknya panji kalimat syahadat. bila kita belum bisa menegakkan masih mending ambil sikap hati-hati daripada menentangnya 2 years ago
  • maaf kayaknya tadi ngetik "sulit" nya "suli" tanpa "t" benar gak :) . apa aku salah liat ya.... maaf @zelfiayulestari 2 years ago
  • wahn memang masih banyak bertebaran di jiwa beberapa muslimin, semoga kami bisa mengikisnya. Yang tegak, tegaklah. 2 years ago
%d blogger menyukai ini: