Terinspirasi Anak, Botol Bekas Jadi Pendulang Rezeki

JAKARTA – Tak perlu mempunyai jiwa seni untuk membuat sebuah barang menjadi unik. Asal ada kemauan, apapun yang Anda pegang bisa unik bahkan bisa menghasilkan uang banyak. Lihat saja Bob Novandy. Kesadarannya akan lingkungan membuat pria ini mengolah barang bekas menjadi barang berharga. Istilahnya, dia mendaur ulang barang tersebut menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bisa digunakan oleh siapapun. Awal mula dia mengembangkan bisnis daur ulang botol bekas pun cukup unik. Kalau bukan karena sang anak, mungkin hingga kini bisnisnya tak pernah ada. Sang anak yang menderita autis sejak 2003, selalu membuang sampah bekas air mineral secara sembarangan di depan mata pria yang akrab disapa Bob ini. “Waktu itu saya masih kerja di DPR jadi sekretaris pribadi di Komisi I tahun 2003. Anak saya yang kedua autis. Dialah yang membuat saya mikir untuk melakukan tugas negara atau tugas keluarga. Setiap mengantar anak saya ke sekolah, dia selalu kabur. Nah, dia suka minum air mineral dan dibuang saja, saya ambil, ini buang sampah di depan saya, apalagi yang enggak saya lihat, ini yang bikin banjir,” ceritanya kepada okezone, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Lepas itu, dirinya iseng membuat sesuatu yang unik dari botol-botol bekas yang tak sengaja dikumpulkannya. Hasilnya, ternyata selain lucu juga banyak peminatnya. Dirinya bisa membuat lampion, mobil-mobilan, hingga lampu klasik. Dia menambahkan, awal pertama kali karyanya ketika berpartisipasi membuat janur yang bahannya berasal dari botol dan bambu pada saat 17 Agustusan. “Setiap pulang kerja, akhirnya saya cari-cari botol. Jadi keasikan sendiri. Terus saya bikin-bikin sendiri dan bisa jadi lampion, lampu, ternyata makin lama makin asik. Saya bikin semuanya sendiri,” tukas pria kelahiran 12 November 1955 itu. Bob pun dalam menjalankan bisnisnya hanya bekerja sendiri. Di mana pekerjaan ini diakuinya membutuhkan ketelitian. Namun apabila sedang banyak orderan, dia akan memberdayakan anak- anak muda di sekitar lingkungannya untuk membantu. Kesabaran, banyak berzikir, membuatnya mampu bertahan, di kala dirinya sudah tidak lagi bekerja di lingkungan DPR. Karya pertama yang dibuatnya pun berupa lafaz tulisan Allah yang dibuat dari 99 botol. “Karya saya sekarang ada di Taman Safari ada 280 unit di Balairiung, Hotel Safari Garden ada 80 unit. Ada juga yang sudah sampai Hong Kong berupa lampion. Jadi diambil dari untuk merchandise dari Coca Cola dikirim ke Hong Kong untuk Coca Cola sana,” tukas pria lulusan IISIP ini bangga. Dia menjelaskan, untuk membuat semua karyanya tersebut tak membutuhkan modal yang besar. Sekira Rp100 ribu. Dia pun menyebut modalnya hanya butuh Kater, Gunting, Botol, Cat, Inovasi, Apresiasi, serta Fantasi, Budaya, Indonesia. “Modal awal paling Rp100 ribu lah, jadi itu untuk semua, kater, gunting, lem tembak. Saya cari botol ke lapak pemulung, saya beli kiloan, per kilo cuma Rp4 ribu. Jadi semua enggak dikonsep, apa yang ada di otak saya saja, semua sudah diperhitungkan, dan saya juga enggak pernah ke sekolah seni,” tandasnya. Demi ingin membagi ilmunya, dia pun membuka workshop di rumah di Jalan Jeruk Manis VI nomor 59 Jakarta Barat. Ini dilakukannya agar orang mulai sadar lingkungan, dan bisa membuat sesuatu yang bekas menjadi berharga. Dia pun tak memungkiri bila ada kendala yang menimpa bisnisnya, seperti masalah hak cipta dan kurang luasnya wadah untuk menapung apresiasinya. “Saya butuh tempat yang lebih besar lagi, kalau perlu bikin museum, jadi bisa nampung semua. Selain itu untuk hak cipta juga mahal. Pernah saya mau ke Ditjen Haki, saya bayar Rp600 ribu per item, mahal. Jadi saya berencana mau bikin buku. Pemerintah harus mikir itu,” tegasnya. Untuk omzet, dirinya tidak bisa memastikan pemasukan yang datang per bulan. Karena semua berdasarkan pesanan dan hasilnya selalu berbeda- beda serta dari tingkat kesulitan membuat suatu karya. Sehingga, baginya ini merupakan karya seni yang tak bisa dinilai harganya. “Lampion ini paling banyak peminatnya. Modalnya cuma Rp20 ribu kalau enggak pakai lampu dan dijual Rp100 ribu,” ujarnya.

Oleh: Ade Hapsari Lestarini

One Response to Terinspirasi Anak, Botol Bekas Jadi Pendulang Rezeki

  1. Anjar mengatakan:

    peluang bisnis yang tak terduga-duga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dari Phone Follow Twitter di Sini ☻

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d blogger menyukai ini: